Sobat IT RS, pernah nggak ngerasain yang namanya jaga shift malam? Gedung RS sepi, lampu temaram, cuma ada suara detak jam dinding sama dengung server di ruangan sebelah. Terus tiba-tiba HP nelpon dari IGD: "Mas, SIMRS mati total, antrian udah numpuk di sini!" Gue yakin, di momen kayak gitu, banyak dari kita yang udah mulai mikir: ini gangguan teknis, atau ada yang ngajak main di lorong? Artikel kali ini beda dari biasanya. Nggak ada teori berat, cuma cerita horor komedi yang rasanya pernah dialami semua IT RS, plus beberapa tips yang gue petik dari pengalaman begadang sendirian di ruang server. Jadi ambil kopi atau teh hangat dulu, anggap ini obrolan santai antar sesama yang paham gimana rasanya ditelepon jam 2 pagi cuma buat nanya "Mas, wifi-nya kok lemot?".
Jam 12 Malam: Alarm Server Bunyi, Jantung Ikut Berhenti
Cerita dimulai jam setengah dua belas malam. Gue lagi enak-enaknya nenggak kopi sachet di ruang IT, sambil scroll HP. Eh, tiba-tiba monitor monitoring yang di pojok ruangan nyala merah semua. Server aplikasi utama unreachable. Belum sempat gue mikir, telepon dari IGD masuk: "Mas, sistemnya mati, pasien antri, perawat pada panik, kata dokter sistemnya diganggu setan." Gue cuma bisa hela napas. Oke, setan atau bukan, kewajiban gue cek dulu dari jarak jauh.
Langkah pertama standar, ping dulu ke server:
ping -c 4 10.10.10.5Hasilnya request timeout semua. Coba SSH, nggak nyambung. Cek switch, port-nya down. Artinya masalahnya bukan cuma di aplikasi, tapi di layer bawah: server-nya sendiri atau jaringannya. Saat itu gue udah ngebayangin jalan ke ruang server, lewat lorong yang gelap, sendirian, jam 12 malam. Horor film lokal aja mulai dari adegan kayak gini.
Perjalanan ke Ruang Server: Lampu Mati, UPS Bunyi
Sampai di depan ruang server, gue kaget. Lampu ruangan mati total, cuma ada lampu merah dari rak server yang berkedip-kedip kayak mata setan. Suara UPS bunyi beep panjang, tanda baterainya udah mau habis atau beban listriknya bermasalah. Gue sempet berdiri di depan pintu beberapa detik, mikir mau buka atau balik ambil senter dulu. Spoiler: gue buka, dan ternyata yang bikin horror itu bukan hantu, tapi kenyataan teknis yang lebih menyeramkan: rak server bagian bawah basah karena AC ruangan bocor, dan airnya udah nyampe ke kaki rak.
Setelah gue tarik napas dan rapikan prioritas, urutannya jadi begini:
- Matikan aliran air, lap rak, dan pisahkan server dari area basah. Nyawa hardware lebih penting daripada nyawa gue.
- Cek breaker listrik dan kondisi UPS. Ternyata salah satu UPS udah jebol dan nggak nge-charge, jadi pas listrik sempet turun sedetik, server langsung mati karena nggak ada buffer.
- Nyalain server satu-satu, cek log-nya:
journalctl -b -p errLog-nya bersih banget, kayak nggak ada yang salah. Memang, ini kasus klasik: hardware mati karena listrik, bukan karena software. Setelah semua nyala dan aplikasi balik, gue baru sadar satu hal: kalau tadi gue cuma fokus nge-restart aplikasi tanpa cek fisik ruangan, server bakal mati lagi besok, dan besoknya lagi. Akar masalahnya ada di AC dan UPS, bukan di aplikasi.
Plot Twist: Ternyata Bukan Setan, Cuma Kabel dan Jadwal
Keesokan paginya, kepala ruangan nanya dengan muka serius: "Mas, tadi malam emang beneran ada apa? Kata satpam, dia lihat orang lewat lorong jam 12 lewat." Gue jawab santai: "Itu gue, Pak. Lagi nyari sumber AC bocor." Sejak itu gue nggak pernah lagi percaya cerita horor kantor sebelum cek tiga hal ini dulu:
- Kondisi fisik ruang server: AC, kebocoran, debu, dan kabel yang longgar.
- Kesehatan listrik: UPS, stabilizer, dan jalur listrik yang nyampur sama peralatan lain.
- Jadwal maintenance otomatis: pernah kejadian "server mati misterius" padahal cuma cron job maintenance vendor yang jalan jam 12 malam dan bikin aplikasi restart.
Nah, yang terakhir ini pengalaman temen gue. Seminggu berturut-turut server mati pas tengah malam, tim IT udah mau panggil orang pintar. Ternyata ada cron di server yang jalan jam 00.00 buat maintenance database, dan prosesnya makan resource semua sampai aplikasi ke-kill. Cek jadwal otomatis itu wajib sebelum vonis mistis:
crontab -lDari situ gue belajar: sembilan dari sepuluh "kejadian horor" IT RS itu penyebabnya membosankan banget โ kabel, listrik, AC, atau jadwal yang kelupaan. Yang serem cuma imajinasi kita sendiri pas jalan sendirian jam 12 malam.
Apa yang Gue Ubah Setelah Malam Itu
Kejadian semalam itu bikin gue berubah. Bukan jadi lebih berani jalan sendirian di lorong gelap, tapi jadi lebih disiplin soal perawatan preventif. Sejak saat itu, gue bikin jadwal rutin yang nggak pernah gue lewatkan:
- Cek AC ruang server tiap minggu, termasuk saluran pembuangan airnya. AC bocor itu pembunuh senyap: kerusakannya pelan, tapi akibatnya fatal.
- Test UPS tiap bulan: lepas listrik PLN sebentar di jam sepi, pastikan UPS beneran nahan beban dan baterainya masih sehat. UPS yang cuma jadi pajangan lebih bahaya daripada nggak punya UPS.
- Rapikan kabel dan labelin semua. Pas lagi panik jam 2 pagi, label yang jelas itu penyelamat: nggak perlu nebak kabel mana yang ke server mana.
- Simpan nomor vendor dan teknisi AC di kontak cepat. Malam itu gue harus nebak-nebak nomor siapa yang bisa dihubungi jam segitu, dan itu buang waktu.
Perawatan preventif emang nggak keliatan kerjanya dan susah dijual ke manajemen, tapi percaya, satu malam tanpa insiden itu harganya jauh lebih mahal daripada seminggu kerjaan preventif. Server yang dirawat dengan bener jarang bikin drama.
Tips Begadang yang Bikin Hidup Lebih Ringan
Buat yang baru mulai jaga shift atau yang udah sering begadang, ini beberapa hal yang gue terapkan biar malam-malam misterius nggak bikin darah tinggi:
- Siapkan senter dan powerbank. Percaya, dua benda ini penyelamat hidup saat listrik mati total.
- Selalu bawa laptop dengan kabel LAN cadangan. Nggak semua area RS dapat sinyal Wi-Fi yang waras.
- Catat semua kejadian malam, sekecil apa pun: jam, gejala, dan langkah yang udah dicoba. Besok paginya laporan ke atasan jadi rapi dan nggak kejadian lagi.
- Bikin checklist troubleshooting malam yang gampang: cek fisik ruangan, cek UPS, cek log, cek jadwal otomatis, baru panik.
- Jaga kesehatan: bawa air minum, jangan begadang pakai kopi berlebihan, dan tidur siang sebelum shift. Server nggak butuh kamu begadang sampai subuh kalau kamu udah nyelesaiin akar masalahnya.
Cerita Kamu Gimana, Sobat AITI?
Jaga shift malam itu salah satu pekerjaan yang nggak banyak orang paham. Diluar sana, orang ngira kerja IT RS cuma duduk di depan komputer, padahal kita pernah nyari sumber AC bocor jam 12 malam sambil nerima telpon pasien yang nanya "mas, sistemnya masih setan-setanan nggak?" Kalau kamu punya cerita horor komedi versi kamu, share di kolom komentar. Siapa tau cerita kamu bisa jadi pengingat buat IT RS lain biar nggak ngalamin hal yang sama, atau minimal bikin mereka ketawa pas lagi jaga shift sendirian. Jaga diri, jaga server, dan jangan lupa tidur yang cukup. Sampai ketemu di cerita berikutnya, Sobat AITI!
PETIRS