Jadilah yang bermanfaat bukan jadi yg dimanfaatkan...
Menjadi IT RS bagi sebagian orang adalah sebuah ketidaksengajaan, bisa jadi karena faktor "kecelakaan", loh kok kecelakaan? Ya karena pada saat itu RS belum ada tenaga IT, makanya ketika ada staff yang punya keahlian Aiti langsung di "promosi" kan sebagai staff IT. Emang ada? Buanyaaak, oke jika memang masih deket-deket kompetensi nya sih tidak masalah (seperti Rekmed), tapi jika basic nya adalah tenaga keperawatan bahkan medis? Ya mau gak mau harus belajar.
Loh ada kah dokter atau perawat yang putar haluan jadi IT RS? Ada donk, coba tanya teman-teman di petirs. Sejatinya menjadi Aiti RS itu bukan perkara sulit (dulu) sebelum era Bridging menyerang. Bridging ini bukan sekedar tantangan, tapi adalah kewajiban bagi Aiti RS, mau kamu programer , Analisa atau Support tetap harus tau terkait bridging. Loh, kan SIMRS ku vendor? Ya emng vendor tapi kalau ada apa-apa, Aiti RS lah yang pertama kali di *Wanted*. Sebagai seorang Aiti RS jika kita paham terkait Per Bridging an, Interoperabilitas dan terkait integrasi maka itu bisa menaikan Value kita sebagai Aiti RS. Tidak usah muluk-muluk paham ISO : 270001, cukup ISO saja. Iya ISO benerin printer, ISO buat aplikasi kecil-kecilan, ISO ikut efisiensi bagi RS itu sudah menjadi nilai tawar kita sebagai Aiti RS.
Kita juga harus menanamkan keyakinan pada diri kita seperti "Saya Yakin Menjadi Aiti RS adalah Sebuah Kebaikan", kenapa harus menanamkan keyakinan? Karena jika anda sendiri tidak yakin dengan pekerjaan anda, maka manajemen juga tidak akan yakin dengan anda dan jika manajemen tidak yakin maka Aiti RS akan menjadi pekerjaan yang tidak menyenangkan.
Next artikel kita bahas lebih detail apa sih IT RS yang bermanfaat itu? See you next artikel... Salam Digitalisasi
PETIRS
IT juga manusia punya rasa punya hati. Jangan samakan dengan pisau belati.
Bacanya sambil nyanyi