Berikut adalah beberapa kategori prompt AI yang paling sering digunakan untuk coding, mulai dari membuat struktur awal hingga melakukan debugging. Anda bisa langsung menyalin templat di bawah ini dan menyesuaikan bagian di dalam tanda kurung siku [...].


1. Membuat Kode Baru (Generating Code)

Digunakan untuk membuat fungsi spesifik atau struktur dasar komponen (boilerplate code).


Membuat Fungsi: "Buat sebuah fungsi di [bahasa pemrograman] untuk [tujuan fungsi] dengan input [detail input] dan output [detail output]."

Membuat Boilerplate: "Buat komponen [framework, misal: React/Vue] dasar yang mencakup manajemen state dan penanganan event."

Mengintegrasikan API: "Buat CRUD API menggunakan [framework, misal: Express/Gin] untuk entitas [nama tabel/fitur] dengan format database [PostgreSQL/MySQL]."


2. Memperbaiki Kesalahan (Debugging)

Digunakan saat kode Anda mengalami error atau tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Memperbaiki Error: "Bantu saya memperbaiki kesalahan pada kode [bahasa pemrograman] berikut yang menghasilkan error: [tempel kode Anda di sini]. Pesan errornya adalah: [tempel baris error di sini]."

Mencari Logika Salah: "Kode [bahasa pemrograman] ini berjalan tanpa error tetapi memberikan output yang salah. Seharusnya outputnya adalah [output ideal], tetapi yang keluar adalah [output saat ini]. Perbaiki kodenya: [tempel kode di sini]."


3. Memahami & Menjelaskan Kode (Code Explanation)

Sangat berguna untuk mempelajari basis kode (codebase) lama milik orang lain.

Penjelasan Baris per Baris: "Jelaskan apa yang dilakukan kode [bahasa pemrograman] berikut langkah demi langkah: [tempel kode di sini]."

Memahami Arsitektur: "Jelaskan mengapa kita menggunakan pola [misal: Repository Pattern/Interface] pada potongan kode ini, bukan menulisnya secara langsung: [tempel kode di sini]."


4. Mengoptimalkan Kode (Refactoring & Optimization)

Digunakan untuk membuat kode menjadi lebih bersih, cepat, dan efisien.

Meningkatkan Performa: "Tolong review kode [bahasa pemrograman] ini. Beri tahu saya jika ada potensi bug atau masalah performa yang bisa dioptimalkan agar lebih cepat: [tempel kode di sini]."

Clean Code: "Ubah kode berikut agar mengikuti standar best practices [nama bahasa pemrograman] dan buat kodenya menjadi lebih modular: [tempel kode di sini]."


5. Membuat Unit Testing

Digunakan untuk menguji keandalan kode secara otomatis.

Membuat Test Case: "Buat unit test yang komprehensif menggunakan [framework test, misal: Jest/PyTest] untuk menguji fungsi berikut: [tempel kode di sini]."

Edge Cases: "Bantu saya membuat test case tambahan untuk menangani edge cases (kondisi ekstrem/tidak biasa) pada fungsi ini: [tempel kode di sini]."